Jangan Nekat Menerobos Banjir, Ini yang Akan Terjadi Pada Mobil
- id.pinterest.com
VIVATechno – Musim hujan yang terjadi bulan maret telah mengakibatkan banjir di berbagai wilayah.
Kondisi ini membuat banyak pemilik kendaraan khawatir tentang keamanan mobilnya saat melewati genangan air.
Hindari Menerjang Banjir dengan Kendaraan yang Tidak Sesuai
Pakar otomotif dari Dokter Mobil Indonesia menegaskan bahwa tidak semua kendaraan dirancang untuk melewati genangan air dalam.
"Secara general, saya tidak sarankan Anda menerjang banjir ketika Anda tidak memiliki mobil yang cocok untuk menerjang banjir. Maksudnya mobil yang cocok untuk menerjang banjir adalah mobil 4x4, ya jadi kayak mobil offroad, mobile 4x4 kayak pakai Land Cruiser, Fortuner, Pajero, yang gitu-gitu," ujar pakar tersebut.
Kenali Batas Aman Ketinggian Air
Tinggi genangan air yang masih aman untuk dilewati adalah maksimal setengah dari ukuran ban.
Hal ini karena as roda biasanya berada di tengah-tengah antara gearbox dan mesin.
Jika ketinggian air melebihi setengah ban, maka gearbox sudah terendam sebagian dan berisiko mengalami kerusakan.
Waspada Water Hammer dan Kerusakan Transmisi
Ketika menerjang banjir, ada dua risiko utama yang mengancam kendaraan.
Pertama adalah water hammer, yaitu kondisi dimana air masuk ke dalam ruang bakar melalui lubang udara.
Kedua adalah kerusakan pada transmisi akibat air yang masuk ke dalam sistem.
Biaya Mahal untuk Perbaikan Mobil Terendam
Perbaikan mobil yang terendam banjir sangat mahal. Kasus restorasi Mazda CX-5 yang terendam banjir hingga ke atap membutuhkan biaya sekitar Rp150 juta.
Biaya yang mahal bukan hanya untuk turun mesin, tetapi juga untuk penggantian modul transmisi, ECU, motor wiper, motor kursi, dan display LED.
Alternatif Solusi Saat Banjir
Daripada memaksakan diri melewati banjir, lebih baik memarkir kendaraan di tempat aman seperti gedung parkir.
Biaya parkir semalam sekitar Rp150.000 jauh lebih murah dibandingkan risiko kerusakan yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Kendaraan Listrik dan Risiko Saat Banjir
Pemilik kendaraan listrik (EV) harus lebih berhati-hati saat banjir.
Mobil listrik memiliki tegangan tinggi antara 400 hingga 800 volt yang sangat berbahaya jika terkena air.