Rem Blong di Motor Matic Lebih Sering Terjadi? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

Lampu Rem Motor
Sumber :

VIVATechno – Rem blong menjadi momok menakutkan bagi pengendara motor, khususnya saat melaju di jalan menurun. Menariknya, kasus rem blong lebih banyak terjadi pada motor matic dibanding motor manual.

img_title Yamaha CUXiE Resmi Mengaspal, Desain Stylish dan Praktis untuk Kota

Apa penyebabnya? Dalam video edukatif di kanal Fuse Box Moto, narator mengulas secara teknis alasan di balik rentannya motor matic terhadap kegagalan pengereman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga membagikan tips agar kejadian ini bisa dihindari. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa rem blong hampir selalu menimpa motor matic.

img_title Harga Yamaha Aerox-e Resmi Terungkap, Lebih Murah dari Prediksi

Sementara itu, kasus serupa jarang terdengar pada motor bertransmisi manual. Mengapa demikian? Menurut narator Fuse Box Moto, penyebab utamanya adalah motor matic tidak memiliki engine brake yang efektif.

“Engine brake-nya ada, tapi kecil banget, dan biasanya hilang di bawah 20 km/jam,” ujarnya. Ini terjadi karena sistem transmisi otomatis pada motor matic mengandalkan kopling sentrifugal yang terlepas saat kecepatan rendah, sehingga efek engine brake pun hilang.

img_title Bukan Scoopy atau Fazzio, Skutik Baru TVS Ini Punya Senjata Rahasia

Kondisi ini membuat rem menjadi satu-satunya penopang untuk menghentikan laju motor. Jika digunakan terus-menerus di jalur menurun panjang, sistem pengereman bisa mengalami overheat dan kehilangan fungsinya.

“Ketika rem dipakai secara konstan, cakram, kaliper, bahkan selang rem bisa jadi terlalu panas dan akhirnya malfungsi,” jelasnya.

Agar motor matic tetap aman, teknik pengereman pun harus diperhatikan. Ia menyarankan untuk menggunakan rem depan dan belakang secara bergantian, tidak secara terus-menerus.

“Misalnya, awalnya pakai rem depan, lalu berganti ke rem belakang. Gunakan juga engine brake sebisa mungkin,” tambahnya.

Narator juga menyinggung kebiasaan menyiram rem dengan air saat rem panas, terutama di jalur ekstrem. Meskipun niatnya baik, cara ini ternyata justru bisa merusak sistem pengereman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau cakram disiram air dalam kondisi panas, diameternya bisa berubah karena penyusutan tidak merata. Efeknya, cakram bisa jadi bergelombang bahkan retak,” jelasnya.

Selain itu, air yang mengenai kampas rem dapat mengurangi zat pengerem yang terkandung di dalamnya, sehingga efektivitas rem pun menurun. Belum lagi risiko selang rem menjadi getas akibat perubahan suhu ekstrem. 

Halaman Selanjutnya
img_title