Peneliti UII Temukan Cara Forensik Smartwatch WearOS Tanpa Rooting

Peneliti UII Temukan Cara Forensik Smartwatch WearOS Tanpa Rooting
Sumber :
  • Pinterest

VIVA Techno – Vivanians, Smartwatch kini tidak lagi sekadar perangkat pendukung olahraga atau pemantau kesehatan. Seiring meningkatnya penggunaan wearable berbasis Internet of Things (IoT), perangkat di pergelangan tangan juga menyimpan berbagai jejak digital yang berpotensi menjadi barang bukti penting dalam proses investigasi forensik.

img_title Rahasia Samsung Galaxy Tab S10 Ultra: Performa AI & Chipset Terkuat!

Mulai dari riwayat detak jantung, pola tidur, aktivitas fisik hingga log aplikasi, seluruh data tersebut dapat membantu menyusun kronologi aktivitas seseorang. Tantangannya, sistem keamanan smartwatch generasi terbaru membuat proses pengambilan data menjadi jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah tantangan tersebut, muncul penelitian dari Magister Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) yang menawarkan pendekatan berbeda. Mengutip laporan BeritaBernas.com, penelitian berjudul Investigasi Artefak Digital pada Smartwatch Berbasis WearOS Android berhasil menunjukkan metode akuisisi data yang tetap menjaga integritas barang bukti tanpa harus melakukan proses rooting pada perangkat.

img_title Galaxy Z Fold8 Ultra Bawa Layar Titanium: Lebih Tipis, Bebas Lipatan!

Penelitian tersebut dilakukan oleh Rohsan Nur Marjianto, alumni Magister Informatika FTI UII. Menurutnya, hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh peneliti maupun investigator forensik digital sebagai referensi ketika menangani barang bukti berupa smartwatch berbasis WearOS Android.

Akuisisi Data Dilakukan Melalui Smartphone

img_title HP Lipat Tipis di 2026 Resmi Rilis, Tebalnya Cuma 4,1 mm!

Dalam pemaparannya, Rohsan menjelaskan bahwa proses investigasi tidak dilakukan secara langsung terhadap smartwatch, melainkan melalui aplikasi Samsung Health yang berada di smartphone yang terhubung dengan perangkat.

Menurut keterangannya, pendekatan tersebut dipilih karena smartwatch berbasis WearOS, khususnya Samsung Galaxy Watch 5, telah memiliki sistem keamanan yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Sistem keamanan tersebut membuat akses langsung terhadap data internal menjadi lebih terbatas. Salah satu cara untuk membuka akses sebenarnya adalah melalui proses rooting, namun langkah tersebut justru berpotensi mengubah kondisi asli barang bukti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam praktik forensik digital, menjaga integritas barang bukti menjadi prinsip utama. Karena itu, metode tanpa rooting dinilai lebih sesuai dengan standar investigasi.

Pendekatan ini menjadi nilai penting karena memungkinkan investigator memperoleh data yang relevan tanpa mengubah sistem perangkat yang sedang diperiksa. Hal tersebut dapat meningkatkan tingkat kepercayaan terhadap hasil investigasi ketika digunakan sebagai barang bukti digital.

Halaman Selanjutnya
img_title