Dulu Kantor Pos Bersejarah, Kini Jadi Destinasi Kuliner Baru yang Ramai Diburu di Surabaya

10 Regentstraat
Sumber :
  • Istimewa

VIVA - Kawasan Pos Bloc Surabaya kini memiliki destinasi kuliner baru bernama 10 Regentstraat yang mulai dibuka untuk umum sejak 1 Mei 2026. Restoran tersebut hadir di kawasan Jalan Kebon Rojo Nomor 10, Surabaya, yang merupakan bagian dari pengembangan Pos Bloc Surabaya.

PosAja UMKM Meluncur di Android, Buka Toko Online dengan Pengiriman Lebih Cepat

Pos Bloc Surabaya sendiri berdiri di atas lahan eks Kantor Pos Pusat Surabaya seluas sekitar 1,2 hektare. Kawasan ini dikembangkan oleh PT Pos Properti Indonesia bersama PT Ruang Kreatif Pos sebagai ruang publik yang menggabungkan unsur sejarah, budaya, kreativitas, dan aktivitas ekonomi kreatif.

Chief Business Development & Hospitality Officer PT Pos Properti Indonesia, Endro Tjahjono, mengatakan kehadiran 10 Regentstraat menjadi bagian dari penguatan ekosistem kawasan Pos Bloc Surabaya.

Kiriman Paket Flash Sale 7.7 Tembus 165 Ton per Hari

"Kawasan ini bukan sekadar properti komersial. Dalam dua tahun terakhir kami melihat respons masyarakat yang positif. Kehadiran 10 Regentstraat diharapkan dapat melengkapi pengalaman pengunjung dan mendukung pengembangan kawasan secara keseluruhan," ujar Endro dalam keterangannya.

Menempati Bangunan Cagar Budaya Bersejarah

UMKM Bandung dan Cirebon Dapat Pendampingan Digital, Stimulus Skill Tools AI

10 Regentstraat menempati bangunan yang memiliki nilai sejarah panjang di Kota Surabaya. Sebelum menjadi bagian dari kawasan Pos Bloc Surabaya, bangunan tersebut pernah digunakan untuk berbagai fungsi pada periode yang berbeda.

Bangunan itu kini berstatus sebagai cagar budaya Tipe A. Dalam proses revitalisasi, sejumlah elemen arsitektur asli tetap dipertahankan, termasuk jendela berukuran besar, langit-langit tinggi, serta dinding bata yang menjadi ciri khas bangunan bersejarah tersebut.

Pengelola menyebut konsep pengembangan dilakukan dengan pendekatan adaptif, yaitu memanfaatkan bangunan bersejarah untuk fungsi baru tanpa menghilangkan karakter arsitektur aslinya.

Suasana interior juga dirancang untuk mempertahankan nuansa heritage melalui penggunaan pencahayaan yang menyesuaikan karakter bangunan.

Menawarkan Menu Perpaduan Nusantara dan Belanda

Selain mengedepankan aspek sejarah bangunan, 10 Regentstraat juga menghadirkan menu yang terinspirasi dari pertemuan budaya Nusantara dan Belanda yang memiliki jejak panjang dalam sejarah Surabaya.

Beberapa menu yang ditawarkan antara lain Bitterballen, Klappertaart, Karedok, hingga Limun Cap Badak. Pengelola menyebut pilihan menu tersebut disusun untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang mengangkat unsur sejarah dan budaya.

Halaman Selanjutnya
img_title