5 Kebiasaan Buruk yang Memperpendek Umur Mesin Cuci
VIVA Techno – Mesin cuci adalah penyelamat di rumah, apalagi untuk yang punya aktivitas padat. Hanya dengan menekan beberapa tombol, cucian bisa bersih tanpa perlu tenaga ekstra.
Namun, tanpa disadari, ada kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan pengguna yang justru memperpendek umur mesin cuci.
Kalau sudah rusak, biaya perbaikannya tidak murah. Bahkan, pada kasus tertentu, harga perbaikan bisa setara membeli mesin cuci baru.
Nah, sebelum itu terjadi, kenali dan hindari 5 kebiasaan buruk berikut ini.
1. Memasukkan Pakaian Terlalu Banyak Sekaligus
Banyak orang berpikir mencuci banyak pakaian sekaligus bisa menghemat waktu dan listrik.
Padahal, kebiasaan ini membuat motor mesin cuci bekerja terlalu keras.
Beban berlebih akan menekan suspensi dan bantalan, sehingga komponen cepat aus.
Selain itu, hasil cucian pun tidak maksimal karena air dan deterjen tidak bisa beredar merata.
Akibatnya, pakaian malah jadi kurang bersih atau meninggalkan noda deterjen.
Tip: Pastikan jumlah pakaian tidak melebihi kapasitas yang direkomendasikan pabrik (biasanya tertera di buku panduan atau label mesin cuci).
2. Tidak Membersihkan Filter dan Tabung Secara Rutin
Filter mesin cuci berfungsi menangkap kotoran, serat kain, dan rambut.
Jika tidak dibersihkan, kotoran ini bisa menghambat aliran air dan mengurangi kinerja mesin.
Tabung yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi sarang bakteri, jamur, dan bau tidak sedap.
Lama-kelamaan, masalah ini bukan hanya merusak mesin, tapi juga membuat pakaian yang dicuci berbau apek.
Solusi: Bersihkan filter setidaknya 1–2 kali sebulan. Gunakan fitur tub clean atau jalankan pencucian tanpa pakaian dengan air panas dan sedikit cuka putih untuk membersihkan tabung.
Ilustrasi Mesin Cuci
- -
3. Menggunakan Deterjen Terlalu Banyak
Banyak yang mengira semakin banyak deterjen, pakaian akan semakin bersih.
Faktanya, kelebihan deterjen justru meninggalkan residu yang menempel di tabung dan pipa.
Sisa deterjen ini akan memicu karat, membuat mesin bekerja lebih berat, dan bahkan bisa merusak komponen elektronik.
Residu deterjen juga menjadi media tumbuh bakteri yang membuat mesin bau.
Tips: Gunakan deterjen sesuai takaran di kemasan, atau ikuti rekomendasi pabrik mesin cuci. Untuk mesin cuci bukaan depan (front loading), gunakan deterjen khusus low-sudsing.