5 Kebiasaan Buruk yang Memperpendek Umur Mesin Cuci

Ilustrasi Kebiasaan buruk mesin cuci
Sumber :
  • pinterest

VIVA Techno – Mesin cuci adalah penyelamat di rumah, apalagi untuk yang punya aktivitas padat. Hanya dengan menekan beberapa tombol, cucian bisa bersih tanpa perlu tenaga ekstra.

img_title Kadis PUPR Garut Bantah, Biarkan Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Rusak

Namun, tanpa disadari, ada kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan pengguna yang justru memperpendek umur mesin cuci.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kalau sudah rusak, biaya perbaikannya tidak murah. Bahkan, pada kasus tertentu, harga perbaikan bisa setara membeli mesin cuci baru.

img_title Mesin Cuci Anti-Kusut Hisense 8.5 Kg Dilengkapi Fitur Steam Alergi, Mesin Cuci Kompetitor Ketar-Ketir

Nah, sebelum itu terjadi, kenali dan hindari 5 kebiasaan buruk berikut ini.

1. Memasukkan Pakaian Terlalu Banyak Sekaligus

img_title Harganya Rp5 Jutaan, Mesin Cuci Top Loading Midea Ini Bawa Teknologi Inverter Quattro Anti-Bising dan Hemat Listrik

Banyak orang berpikir mencuci banyak pakaian sekaligus bisa menghemat waktu dan listrik.

Padahal, kebiasaan ini membuat motor mesin cuci bekerja terlalu keras.

Beban berlebih akan menekan suspensi dan bantalan, sehingga komponen cepat aus.

Selain itu, hasil cucian pun tidak maksimal karena air dan deterjen tidak bisa beredar merata.

Akibatnya, pakaian malah jadi kurang bersih atau meninggalkan noda deterjen.

Tip: Pastikan jumlah pakaian tidak melebihi kapasitas yang direkomendasikan pabrik (biasanya tertera di buku panduan atau label mesin cuci).

2. Tidak Membersihkan Filter dan Tabung Secara Rutin

Filter mesin cuci berfungsi menangkap kotoran, serat kain, dan rambut.

Jika tidak dibersihkan, kotoran ini bisa menghambat aliran air dan mengurangi kinerja mesin.

Tabung yang jarang dibersihkan juga bisa menjadi sarang bakteri, jamur, dan bau tidak sedap.

Lama-kelamaan, masalah ini bukan hanya merusak mesin, tapi juga membuat pakaian yang dicuci berbau apek.

Solusi: Bersihkan filter setidaknya 1–2 kali sebulan. Gunakan fitur tub clean atau jalankan pencucian tanpa pakaian dengan air panas dan sedikit cuka putih untuk membersihkan tabung.

Ilustrasi Mesin Cuci

Photo :
  • -

3. Menggunakan Deterjen Terlalu Banyak

Banyak yang mengira semakin banyak deterjen, pakaian akan semakin bersih.

Faktanya, kelebihan deterjen justru meninggalkan residu yang menempel di tabung dan pipa.

Sisa deterjen ini akan memicu karat, membuat mesin bekerja lebih berat, dan bahkan bisa merusak komponen elektronik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Residu deterjen juga menjadi media tumbuh bakteri yang membuat mesin bau.

Tips: Gunakan deterjen sesuai takaran di kemasan, atau ikuti rekomendasi pabrik mesin cuci. Untuk mesin cuci bukaan depan (front loading), gunakan deterjen khusus low-sudsing.

Halaman Selanjutnya
img_title