Banting Harga di Pertengahan 2026! Samsung Galaxy Tab S11 Ultra Kini Cuma Rp14 Jutaan

Samsung Galaxy Tab S11 Ultra
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVATechno – Kita sudah berada di pertengahan tahun 2026, dan perdebatan mengenai tablet terbaik di pasaran masih terus memanas.

Kerja 2x Lebih Cepat: Ini 7 Fitur AI Tablet 5G OLED Paling Berguna di 2026

Setelah melewati masa pakai intensif selama 9 bulan sejak perilisannya, Samsung Galaxy Tab S11 Ultra akhirnya menunjukkan "warna aslinya".

Sebagai tablet Android dengan kasta tertinggi, perangkat ini sering digadang-gadang sebagai pengganti laptop ideal untuk mahasiswa dan profesional.

Stop Beli Tablet Wi-Fi Only! Teknologi 5G Ini Jadi Penyelamat WFH

Namun, apakah performanya setelah hampir satu tahun masih sekencang dulu? Dan yang paling mengejutkan, mengapa harganya di pasaran global kini mendadak anjlok secara drastis? Simak ulasan mendalam khas VIVA Techno berikut ini.

1. Desain Raksasa 14,6 Inci & Rahasia Awetnya Baterai

Jangan Beli Tablet 5G AMOLED Sebelum Cek 3 Kelemahan Tersembunyi Ini

Secara desain, raksasa aluminium berukuran 14,6 inci ini sekilas tidak jauh berbeda dari pendahulunya, Tab S8 Ultra hingga S10 Ultra.

Salah satu perubahan minor yang terasa adalah S Pen baru yang kini memiliki tekstur bergaris (mirip pensil kayu Dixon Ticonderoga).

Namun, kejutan terbesar justru datang dari daya tahan baterainya. Banyak pengguna mengeluhkan degradasi baterai tablet setelah 9 bulan pemakaian.

Berbeda dengan Tab S11 Ultra, manajemen suhu dan efisiensi dayanya terbukti tetap stellar (luar biasa).

  • Bebas Overheat: Pengisian daya cepat tidak membuat bodi tablet panas membara.
  • Suhu Gaming: Digunakan untuk bermain game berat menggunakan controller DualShock via Bluetooth dalam waktu lama, bodinya hanya terasa hangat kuku secara wajar.

2. Pembuktian Chipset MediaTek: Apakah Lebih Buruk dari Snapdragon?

Sama seperti generasi S10 Ultra, Samsung kembali mempercayakan dapur pacu Tab S11 Ultra pada chipset flagship besutan MediaTek (bukan Snapdragon). Bagi para pencinta performa di atas kertas, keputusan ini sempat menuai kritik tajam.

Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Selama 9 bulan digunakan untuk multitasking berat di perkuliahan, menulis laporan, hingga menjalankan emulator PS2 (NetherSX2) untuk bernostalgia dengan game Midnight Club dan Crash Bandicoot, chipset MediaTek ini terbukti sangat andal dan kompetitif.

Memang sesekali ada aplikasi yang crash secara acak, namun hal tersebut masih dalam batas wajar sistem operasi berbasis Android.

3. Trik Rahasia: Mengubah Tablet Menjadi Laptop Windows "Asli"

Halaman Selanjutnya
img_title