Gempa M2,4 Guncang Ulubelu, Pakar Bongkar Fakta Sebenarnya
- ZDNET
VIVA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,4 mengguncang wilayah Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada 2 Mei 2026 sekitar pukul 04.36 WIB.
Berdasarkan data resmi BMKG, gempa tersebut termasuk kategori gempa dangkal yang umum terjadi di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi seperti Sumatera.
Fenomena gempa kecil di wilayah Ulubelu langsung menjadi perhatian masyarakat karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan energi panas bumi di Indonesia.
Namun, para ahli geologi menegaskan bahwa aktivitas gempa kecil di daerah tersebut masih berada dalam kondisi normal secara geologis.
Guru Besar Rekayasa Geofisika Dekat Permukaan Universitas Lampung, Prof. Ahmad Zaenudin, menjelaskan bahwa Pulau Sumatera memang berada di jalur tektonik aktif akibat pengaruh Zona Subduksi Sunda, Sesar Sumatera atau Segmen Semangko, serta struktur geologi di sekitar Selat Sunda.
Menurutnya, gempa kecil justru dapat membantu melepaskan tekanan energi yang tersimpan di dalam kerak bumi.
Kondisi tersebut dinilai penting dipahami masyarakat agar tidak memunculkan kepanikan berlebihan terhadap aktivitas gempa berkekuatan rendah.
Aktivitas Panas Bumi Tidak Bisa Langsung Disalahkan
Sementara itu, Guru Besar Geologi Lingkungan Universitas Gadjah Mada, Prof. Wahyu Wilopo, mengatakan wilayah Ulubelu memang dilintasi jalur Patahan Sumatera atau Sesar Semangko yang membuat kawasan tersebut secara alami rawan gempa tektonik.
Ia menjelaskan aktivitas pengeboran panas bumi secara teori memang dapat memicu getaran kecil atau gempa induksi. Namun, karakteristiknya berbeda dengan gempa tektonik alami.
“Gempa induksi biasanya bermagnitudo kecil, dangkal, dan muncul berkelompok di sekitar lokasi pengeboran. Sedangkan gempa tektonik dapat memiliki kedalaman serta energi yang lebih besar,” ujarnya.
Wahyu menegaskan bahwa proyek panas bumi di Indonesia telah diwajibkan menjalankan kajian lingkungan, pemantauan seismik, hingga mitigasi risiko secara ketat. Pemantauan aktivitas gempa juga dilakukan secara real-time menggunakan perangkat seismometer.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mengaitkan seluruh aktivitas gempa dengan proyek panas bumi tanpa adanya kajian ilmiah yang valid dan komprehensif.
Panas Bumi Energi Masa Depan Indonesia
Selain menjelaskan aspek kegempaan, Wahyu juga menilai energi panas bumi tetap menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung transisi energi bersih di Indonesia.