Budget Tipis Jangan Minder! Tablet Rp2 Jutaan 2026 Ternyata Sudah Sangat Worth It
- erafone
VIVATechno – Dulu tablet Android harga Rp2 jutaan identik dengan performa lambat, layar biasa saja, dan pengalaman multitasking yang sering membuat frustrasi.
Namun kondisi itu mulai berubah drastis pada 2026.
Sekarang banyak tablet murah yang sudah mampu menangani kebutuhan kerja ringan, kuliah online, editing dokumen, sampai hiburan harian tanpa terasa terlalu terbatas.
Salah satu perangkat yang paling sering muncul dalam rekomendasi saat ini adalah Xiaomi Redmi Pad 2 Tablet.
Tablet ini menjadi sorotan karena menawarkan kombinasi layar besar, refresh rate tinggi, dan baterai jumbo di harga yang masih masuk kategori terjangkau.
Menurut sejumlah laporan terbaru, Redmi Pad 2 hadir dengan layar 11 inci beresolusi 2.5K serta refresh rate 90Hz yang membuat tampilan terasa lebih nyaman untuk membaca dokumen, browsing, hingga meeting online.
Di marketplace Indonesia, harga perangkat ini saat ini berada di kisaran Rp2,2 juta sampai Rp2,8 juta tergantung varian dan konektivitas yang dipilih.
Banyak pengguna mulai melirik tablet seperti ini karena kebutuhan kerja dan kuliah sekarang lebih banyak bergantung pada aplikasi cloud, video conference, browser, dan pengolahan dokumen ringan.
Aktivitas seperti Google Docs, Zoom, Canva, Microsoft Office, hingga multitasking dua aplikasi kini sudah bisa dijalankan cukup nyaman di tablet kelas menengah murah.
Chipset MediaTek Helio G100 dan Helio G99 yang mulai hadir di tablet Rp2 jutaan juga membuat performanya jauh lebih stabil dibanding generasi lama.
Selain performa, daya tahan baterai menjadi alasan lain kenapa tablet murah makin menarik.
Sebagian besar perangkat terbaru di kelas ini sudah memakai baterai sekitar 8000mAh sampai 9000mAh yang mampu bertahan hampir seharian untuk aktivitas belajar dan hiburan.
Bahkan beberapa model terbaru juga mulai mendukung stylus dan konektivitas 4G LTE sehingga terasa lebih fleksibel dipakai di luar rumah.
Meski begitu, tablet Rp2 jutaan tetap memiliki batas kemampuan.
Perangkat di kelas ini masih kurang ideal untuk editing video berat, gaming ultra high, rendering profesional, atau multitasking ekstrem seperti laptop kelas premium.