iPad Lipat Apple Masih Misteri, Harga Mahal dan Minim Peminat
- appleinsider
VIVATechno – Kabar terbaru menyebut proyek iPad lipat dari Apple Inc. kini berada dalam ketidakpastian besar.
Laporan dari Bloomberg melalui analis Mark Gurman mengindikasikan perangkat ini berpotensi tidak pernah dirilis.
Awalnya, perangkat ini diprediksi meluncur pada 2024.
Namun jadwal tersebut terus mundur hingga 2026, lalu 2028, bahkan 2029.
Kini, tidak ada lagi kepastian waktu peluncuran yang jelas.
Situasi ini memunculkan spekulasi bahwa proyek tersebut bisa saja dibatalkan sepenuhnya.
Salah satu alasan utama adalah tantangan produksi yang sangat kompleks.
Teknologi layar lipat berukuran besar masih sulit diproduksi secara massal dengan kualitas konsisten.
Selain itu, biaya produksi yang tinggi menjadi hambatan serius bagi Apple Inc..
Harga jual perangkat diperkirakan akan jauh lebih mahal dibanding iPad Pro saat ini.
Masalah lain yang tidak kalah penting adalah rendahnya minat pasar.
Perangkat layar lipat berukuran besar belum memiliki basis pengguna yang kuat.
Kondisi ini membuat risiko bisnis menjadi semakin besar.
Di balik itu semua, ada persoalan yang lebih mendasar.
Selama bertahun tahun pengembangan, belum ada kejelasan mengenai identitas produk ini.
Beberapa analis menyebutnya sebagai iPad.
Sebagian lainnya menganggapnya sebagai MacBook.
Bahkan ada yang menyebutnya sebagai perangkat hybrid antara tablet dan laptop.
Perbedaan ini bukan sekadar istilah.
Kategori perangkat akan menentukan sistem operasi yang digunakan.
Jika menggunakan iPadOS maka perangkat masuk kategori iPad.
Jika menggunakan macOS maka akan dianggap sebagai Mac.
Keputusan ini berdampak langsung pada ekosistem aplikasi, target pengguna, hingga strategi pemasaran.
Tanpa kejelasan tersebut, sulit bagi Apple untuk melanjutkan produksi.
Dari sisi teknologi, Apple disebut ingin menghadirkan layar OLED lipat tanpa lipatan dengan ukuran mendekati 20 inci.
Namun teknologi ini masih tergolong belum matang.
Biaya pengembangannya juga sangat tinggi tanpa jaminan hasil yang optimal.
Dalam laporan lain, disebutkan bahwa ada tiga faktor utama penghentian proyek ini.
Faktor tersebut meliputi kesulitan produksi, biaya tinggi, dan lemahnya permintaan pasar.
Ketiganya merupakan masalah struktural yang tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat.
Sementara itu, posisi Apple di pasar tablet global masih cukup kuat.