Tablet 3 Juta Tembus Skor AnTuTu Mengejutkan! Entry-Level Setara Flagship
VIVATechno - Performa tablet di kelas harga sekitar Rp 3 jutaan menjadi topik hangat di kalangan pembeli gadget, terutama saat dibandingkan dengan tablet premium yang punya skor benchmark jauh lebih tinggi.
Benchmark sintetis seperti AnTuTu dan Geekbench masih menjadi indikator utama untuk menilai kinerja perangkat, namun tingkatan skor antara tablet murah dan premium menunjukkan perbedaan substansial di tahun 2026.
Kinerja Benchmark Tablet Entry-Level vs Premium
Skor benchmark tablet flagship yang dirilis pada awal 2026 menunjukkan angka yang sangat tinggi di AnTuTu.
Misalnya, tablet seperti Honor MagicPad 3 Pro yang menggunakan chipset terbaru mencapai skor lebih dari 4 juta poin pada pengujian AnTuTu global ranking Januari 2026, menjadikannya kelas tertinggi di industri tablet Android saat ini.
Skor ini mencerminkan performa CPU, GPU, dan memori yang sangat kuat, biasa ditemukan di perangkat flagship kelas atas.
Sebaliknya, tablet-tablet di kelas harga Rp 3 jutaan umumnya menggunakan chipset entry-level hingga kelas menengah seperti Helio G99 atau Snapdragon seri rendah.
Meski data skor spesifik untuk tablet Rp 3 jutaan tidak banyak dipublikasikan secara resmi di database publik, tren industri menunjukkan bahwa perangkat di rentang harga ini biasanya mencapai AnTuTu di kisaran 200 ribuan hingga 500 ribuan poin pada versi benchmark yang sama jauh di bawah tablet flagship yang mencapai jutaan poin.
Benchmarks Tinggi pada perangkat premium disebabkan oleh kehadiran SoC kelas atas dan optimasi perangkat keras perbedaan yang besar dari kelas budget.
Sementara itu, data umum dari tabulasi benchmark Android di platform Geekbench menunjukkan bahwa perangkat Android dengan skor tinggi di atas 2 500 poin (single-core) biasanya merupakan tablet atau smartphone flagship data ini bisa dijadikan acuan perbandingan kasar.
Apa Arti Benchmark untuk Pengguna Harian?
Perbedaan skor ini memiliki dampak nyata pada pengalaman sehari-hari. Tablet premium dengan skor AnTuTu di atas 3 juta poin menghadirkan performa jauh lebih stabil untuk tugas berat seperti rendering video, multitasking berat di banyak aplikasi sekaligus, gaming kelas tinggi atau desain grafis kompleks.
Tablet kelas bawah di Rp 3 jutaan umumnya masih memadai untuk navigasi web, streaming video, dan aplikasi sosial media, namun akan terasa lambat ketika dipaksa bekerja dengan aplikasi intensif.
Tren Pasar Tablet Murah di 2026
Kabar baiknya, pilihan tablet murah di 2026 makin variatif dan kompetitif beberapa model di rentang Rp 3 jutaan kini sudah menawarkan layar besar, RAM 6–8 GB, dan performa yang cukup untuk multitasking ringan, bahkan penggunaan produktivitas kasual.
Meski bukan kelas premium, tablet-tablet ini semakin mendekati kebutuhan umum pengguna modern tanpa menguras anggaran.
Benchmark AnTuTu dan Geekbench jelas menunjukkan gap performa yang besar antara tablet Rp 3 jutaan dan tablet kelas premium yang biasanya dibanderol di harga jauh lebih tinggi.
Namun, untuk kebutuhan umum seperti browsing, video streaming atau kerja ringan, tablet murah masih layak dipilih meski tidak bisa menandingi performa mentah perangkat flagship.*