Tecno Megapad 11 Dipakai Seharian Nonstop, Baterai 8000 mAh Tahan 8 Jam Screen On Time
- id.pinterest.com
VIVATechno – Tecno Megapad 11 jadi salah satu tablet entry-level yang cukup menarik perhatian. Dengan harga 2 jutaan, tablet ini menawarkan layar 11 inci, baterai jumbo 8000 mAh, dan speaker Dolby Atmos.
Tapi apakah performanya benar-benar worth it untuk pemakaian seharian? Seorang reviewer mencoba memakai tablet ini dari pagi sampai malam untuk berbagai aktivitas.
Artikel ini akan mengupas hasil pemakaian nyata Tecno Megapad 11 selama seharian penuh. Dari nonton, kerja, meeting, sampai gaming dan editing video oleh reviewer dari kanal YouTube Youtuber Cupu.
Pagi hingga Siang: Nonton dan Tes Konektivitas
Tecno Megapad 11
- id.pinterest.com
Reviewer memulai hari di jam 09.30 dengan baterai full 100%. Sambil sarapan, dia nonton podcast YouTube untuk tes kualitas speaker.
Empat speaker Dolby Atmos ternyata enak banget. Suaranya kencang dan nggak pecah sama sekali, cocok buat nonton atau dengerin musik.
Setelah nonton sekitar 3,5 jam, baterai cuma turun 20%. Ini cukup irit untuk layar 11 inci yang cukup besar.
Kekurangan di Bagian Output Display
Saat dicoba sambungkan ke monitor pakai HDMI, ternyata tablet ini nggak support output display. Agak mengecewakan kalau kamu butuh proyeksi ke layar luar.
Tapi bisa disambungkan ke TV lewat Wi-Fi display. Kualitasnya sangat bergantung pada perangkat TV yang dipakai, jadi hasilnya bisa bervariasi.
Siang: Kerja, Meeting, dan Coba Multitasking
Lanjut kerja di luar pakai Google Keep dan OneNote. Performanya stabil berkat chipset Helio G99, RAM 8GB, dan storage 256GB plus slot microSD.
Yang menarik, tablet ini ternyata tidak punya palm rejection. Jadi saat pakai stylus universal, telapak tangan yang menyentuh layar bisa mengganggu tulisan.
Mungkin ini alasan Tecno tidak merilis stylus resmi. Kalau kamu mau pakai stylus, siap-siap sedikit ribet karena harus atur posisi tangan.
Fitur Split Screen yang Terbatas
Split screen memang ada, dan ukurannya bisa diatur. Tapi kalau tutup satu aplikasi, dua-duanya malah tertutup—agak merepotkan.
Layout split screen juga nggak bisa disimpan. Jadi setiap kali mau multitasking, harus atur ulang dari awal lagi.