Chromebook Lenovo 300E Cuma 1 Jutaan, Barang Baru Sisa Project!
- id.pinterest.com
VIVATechno – Laptop baru harga sejutaan? Kedengarannya mustahil di tahun 2025. Apalagi kalau laptopnya masih segel dan punya fitur touchscreen. Tapi ternyata memang ada.
Chromebook Lenovo 300E 2nd Gen ini dijual cuma Rp1,4 jutaan. Padahal barangnya masih baru, bukan bekas atau refurbished. Rahasia harganya murah karena ini barang sisa project yang menang lelang.
Chromebook Lenovo 300e
- support.lenovo.com
Ceritanya dimulai dari project tahun 2020. Waktu itu ada pembelian laptop sekitar 10.000 unit lebih dengan total invoice Rp49 miliar. Kalau dibagi rata-rata, harga per unitnya sekitar Rp4,9 juta.
Harga segitu masuk akal untuk tahun 2020. Ingat kan masa pandemi COVID-19 dulu? Laptop apapun jadi langka dan mahal banget.
Bahkan prosesor Celeron bisa tembus Rp6-8 juta. Makanya harga Chromebook Rp4,9 juta saat itu masih wajar. Sekarang kalau dijual segitu ya gak laku.
Akhirnya barang ini dirugikan dengan harga special. Syaratnya belinya minimal 1000 unit, gak bisa satuan. Makanya harus patungan sama beberapa toko laptop.
Spesifikasi Lenovo 300E Chromebook
Prosesor dan Performa
Laptop ini pakai prosesor AMD A4. RAM-nya 4GB dan storage cuma 32GB eMMC. Memang kecil banget storagenya.
Tapi untuk Chromebook yang berbasis cloud, storage segitu masih cukup. Lagipula OS Chrome gak butuh space sebesar Windows.
Layar dan Desain
Layarnya HD dengan panel IPS touchscreen. Resolusinya memang standar tapi cukup untuk kebutuhan sekolah atau kerja ringan. Bisa dilipat 360 derajat jadi mode tablet atau tenda.
Desainnya robust dengan lapisan karet di pinggiran. Lenovo klaim bisa tahan jatuh dari ketinggian 75 cm. Keyboard juga tahan tumpahan cairan sampai 330 mili.
Port dan Konektivitas
Ada dua port USB Type-C di kiri dan kanan. Jadi bisa ngecas dari sisi mana aja. Ada juga USB-A, slot SD card, dan audio jack.
Plus ada Kensington lock untuk keamanan. Chargernya 45 watt pakai Type-C, gak pakai DC lagi.
Performa untuk Kebutuhan Sehari-hari
Browsing dan Multitasking
Chromebook ini diklaim bisa buka sampai 6-7 tab browser. Lebih dari itu mulai agak lag. Tapi untuk penggunaan normal seperti buka YouTube, berita, atau media sosial masih lancar.
RAM 4GB memang terbatas. Tapi karena Chrome OS ringan, performanya tetap oke. Gak seberat kalau pakai Windows dengan RAM segitu.
Aplikasi Produktivitas
Google Docs, Sheets, dan Slides jalan mulus. Canva versi web juga lancar tanpa kendala. Netflix bisa streaming dengan baik meski pakai mobile data.
Zoom untuk meeting online juga gak masalah. Webcam kualitasnya standar tapi cukup buat video call. Speaker lumayan keras walau bassnya tipis.
Gaming dan Editing
Untuk gaming berat jelas gak cocok. Ini bukan laptop gaming. Tapi game-game ringan dari Play Store masih bisa dimainkan.
CapCut versi web ternyata bisa dibuka. Editing video ringan mungkin masih bisa tapi jangan expect terlalu tinggi.
Fitur Menarik Chrome OS
Integrasi dengan Smartphone
Kalau HP kamu Android, bisa langsung connect ke Chromebook. Foto-foto di HP langsung sync otomatis. Notifikasi WA, Instagram, TikTok juga muncul di laptop.
Mau hotspot? Tinggal centang aja gak perlu masukin password. Instant pairing langsung konek. Sistemnya mirip ekosistem Apple tapi versi Google.
Face Control
Ada fitur unik namanya Face Control. Kursor bisa digerakkan pakai gerakan kepala. Mau klik? Tinggal senyum aja.
Fiturnya nge-track wajah lewat webcam. Cocok buat yang pengen kontrol laptop tanpa touchpad. Atau kalau lagi makan sambil kerja.
Bonus Gemini Pro dan Cloud Storage
Dapat gratis Gemini Pro 3 bulan. Google Drive juga bonus 2TB selama 3 bulan. Lumayan banget buat nyimpen file penting di cloud.
Chrome OS emang dirancang cloud-based. Jadi storage lokal yang kecil gak jadi masalah besar.
Paling pas buat anak sekolah atau mahasiswa. Tugas-tugas kuliah pakai Google Docs udah cukup. Presentasi pakai Google Slides juga lancar.
Harganya terjangkau dan laptop kuat buat dibawa-bawa. Tahan banting cocok buat yang sering mobile. Baterai juga awet seharian buat kuliah online.
Cocok juga untuk kerjaan, cuma email, browsing, dan meeting online, ini sudah mencukupi. Apalagi kalau kantornya pakai ekosistem Google Workspace. Mau kerja remote di kafe juga praktis.
Tapi kalau butuh software berat kayak AutoCAD atau Adobe Premier, jangan harap bisa. Chrome OS punya limitasi untuk aplikasi desktop Windows.
Tips Memaksimalkan Chrome OS
Pakai Aplikasi Cloud-Based
Hindari aplikasi yang perlu storage besar. Pilih aplikasi cloud seperti Canva, CapCut web, atau Google Apps. Ukuran instalasinya kecil karena prosesnya di server.
Download file seperlunya aja. Sisanya simpen di Google Drive atau cloud lain. Jangan hoarding file di storage lokal.
Manfaatkan Ekosistem Google
Semua layanan Google gratis dan unlimited. Gmail, Calendar, Drive, Meet semuanya terintegrasi. Sinkronisasi otomatis antar device juga mulus.
Kalau udah terbiasa pakai produk Google, transisi ke Chrome OS gampang. Malah lebih nyaman karena semua terpusat.
Jaga Koneksi Internet
Chrome OS sangat bergantung internet. Pastikan selalu ada koneksi WiFi atau data. Beberapa fitur offline memang ada tapi terbatas.
Download dokumen penting untuk akses offline. Tapi sebagian besar aktivitas tetap butuh online.*