Bocoran Terbaru, Insta360 Siap Terjun ke Dunia Drone dengan Proyek Antigravity
- X (@Quadro_News)
VIVATechno – Persaingan antara dua raksasa teknologi asal Tiongkok, DJI dan Insta360, semakin memanas.
Kedua merek yang selama ini dikenal sebagai pemimpin di segmennya masing-masing, kini dikabarkan akan saling memasuki pasar satu sama lain.
Setelah rumor DJI akan meluncurkan kamera 360, kini giliran Insta360 yang disebut-sebut sedang mengembangkan drone dengan nama proyek "Anti-Graffiti."
Ini menjadi sebuah "tech race" yang menarik dan berpotensi besar menguntungkan konsumen.
Saling Intip Pasar: DJI ke Kamera 360, Insta360 ke Drone
Sebelumnya, kabar mengenai DJI Osmo 360 cukup menggemparkan pasar kamera 360.
Kehadiran DJI di segmen ini tentu menjadi ancaman serius bagi Insta360 yang sudah lebih dulu mendominasi.
Namun, tak disangka, Insta360 pun membalas dengan rumor pengembangan drone internal mereka.
Erwin, reviewer dari kanal YouTube Stechmedia, menyatakan, "Ini emang lumayan irony ya karena ya itu kemarin kita habis bahas kalau si DJ mau keluar Osmo 360. Tiba-tiba Insta itu pengen keluarin sebuah drone."
Kedua perusahaan ini seolah saling mengintip dan mencoba mengganggu pasar kompetitornya, menciptakan dinamika persaingan yang unik.
Konspirasi atau Strategi? Opini Pribadi Erwin
Meskipun terlihat sebagai persaingan terbuka, Erwin memiliki pandangan pribadi yang menarik.
Ia menduga bahwa ini bisa jadi "sebuah persaingan yang bisa dibilang control," atau bahkan kolaborasi yang diatur untuk menguntungkan sesama merek China.
Hal ini mengingatkannya pada strategi merek kamera Jepang yang berhasil mendominasi pasar global.
Erwin berpendapat bahwa secara tak langsung, persaingan ini dapat membantu merek-merek China untuk kembali memasuki pasar Amerika Serikat, mengingat DJI saat ini sedang di-ban di sana.
Bisa jadi, Insta360 menjadi "boneka" atau pion untuk merebut kembali pasar yang sulit dijangkau DJI.
Sensasi Sensor 1 Inci dan Strategi Pemasaran
Rumor mengenai sensor 1 inci pada DJI Osmo 360 juga menjadi sorotan. Erwin curiga bahwa ini mungkin hanya strategi pemasaran.
"Dia bilang 1 inch itu adalah ekuivalensi 1 inch saat mengambil gambar 360 ke seluruh arah yang berarti kedua arah sensor karena sensornya kan harus depan belakang gitu yang berarti satu sensornya kemungkinan itu cuma 1/2 inch," jelasnya.