Tips Beli Laptop Bekas, Waspada Modus Barang Curian dengan Harga Murah

Tips Memilih Laptop Bekas
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVATechno – Membeli laptop bekas atau second memang menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin menghemat budget. Namun, perlu kehati-hatian ekstra agar tidak terjebak membeli barang hasil curian.

Apa Beda Redmi Note 14 Versi Global dan China? Simak Perbedaannya di Sini

"Pastikan teman-teman membeli dengan harga standar yaitu harga yang worth it yang dianjurkan untuk diperjual belikan, bukan teman-teman mengambil harga di bawah harga pasaran," ungkap Andika dalam channel YouTube Riau Computer.

Dia mencontohkan, jika harga laptop baru Rp 10 juta, maka wajar dijual bekas di kisaran Rp 7-8 juta. Harga yang terlalu murah justru patut dicurigai.

Ini 3 Langkah Mudah Mematikan Rekomendasi di HP Vivo

"Apabila pencuri itu tidak akan memikirkan harga yang sangat tinggi, yang pasti dia memikirkan gimana barangnya supaya cepat laku," jelasnya.

Andika menekankan pentingnya melakukan pengecekan kelengkapan dokumen saat membeli laptop bekas. Hal ini meliputi kotak asli, buku garansi, dan bukti pembelian dari toko sebelumnya.

Akhir Perjalanan Smartphone Nokia: HMD Global Menghentikan Produksi Ponsel Nokia

Pembeli juga disarankan meminta fotokopi KTP penjual sebagai antisipasi jika ada masalah di kemudian hari.

Dari sisi teknis, pembeli perlu memperhatikan kondisi fisik laptop minimal 95% mulus. Pengecekan meliputi layar, keyboard, touchpad, dan port-port yang tersedia.

Kapasitas baterai juga perlu dicek menggunakan aplikasi Battery Info untuk mengetahui sisa umur baterai.

Untuk spesifikasi, disarankan memilih laptop dengan SSD NVMe minimal 512GB yang dibagi menjadi partisi sistem (C) dan data (D).

"Pastikan ssd-nya sudah nvme dan ssd-nya sudah bermerek yaitu merek-merek yang ternama dan ada big quality-nya," tambah Andika.

Sebagai contoh, Andika menunjukkan laptop ASUS Ryzen 7 5800HS bekas yang masih bergaransi 17 bulan. Laptop ini dibanderol Rp 7,5 juta dengan spesifikasi 8 core 16 thread, RAM 16GB, dan layar FHD IPS.

Yang terpenting, Andika mengingatkan bahwa membeli barang curian bisa terkena pasal 480 tentang penadahan. "Tanpa ada pencuri maka tidak ada penadanya. Karena ada pencuri makanya ada penadanya," tutupnya.

Untuk transaksi yang aman, disarankan melakukan COD di rumah penjual atau toko resmi. Pembeli juga bisa membuat surat perjanjian bermaterai dan dokumentasi lengkap saat transaksi.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, pembeli bisa mendapatkan laptop bekas berkualitas dengan harga terjangkau tanpa khawatir terlibat masalah hukum di kemudian hari.****