AC Inverter vs Low Watt, Mana yang Lebih Hemat untuk Rumahmu?
- YouTube
VIVATechno – Bingung pilih AC inverter atau low watt? Keduanya sama-sama diklaim hemat listrik. Namun, harga inverter jauh lebih mahal daripada low watt. Lantas, apa sebenarnya perbedaan keduanya?
Pertanyaan ini sering muncul saat membeli AC baru. Banyak orang masih bingung membedakan kedua tipe ini. Padahal, memahami perbedaannya sangat penting untuk memilih AC yang tepat.
Perbedaan AC Standar dan Low Watt
AC standar dengan daya 1 PK biasanya tertera 800 watt. Tarikan awal listrik mencapai 20% lebih tinggi dari daya yang ditetapkan. Setelah itu, konsumsi listrik akan stabil di angka 800 watt.
AC low watt sebenarnya sama dengan AC standar. Bedanya, daya listrik yang digunakan ditekan lebih rendah. Misalnya, hanya menggunakan 700 watt untuk ruangan yang sama.
Ibaratnya seperti motor yang menempuh jarak sama. Motor dengan kecepatan 80 km/jam lebih cepat sampai daripada 60 km/jam. AC low watt akan lebih lama mendinginkan ruangan karena dayanya lebih kecil.
Keunggulan AC Inverter
AC inverter punya sistem kerja yang berbeda. Teknologi inverter bekerja mengejar suhu yang diinginkan pengguna. Setelah suhu tercapai, konsumsi watt akan turun drastis.
Tarikan awal inverter memang sangat tinggi. Namun, setelah ruangan dingin, konsumsinya turun lebih rendah dari low watt. Inilah yang membuat inverter istimewa dan hemat untuk jangka panjang.
Untuk penggunaan dari pagi sampai malam, inverter paling hemat. Bahkan lebih hemat daripada low watt dan standar. Cocok untuk yang jarang mematikan AC di ruangan.
Kapan Inverter Justru Boros?
Inverter punya kelemahan tertentu. Jika sering menyalakan dan mematikan AC, inverter justru lebih boros. Tarikan awal yang tinggi membuat konsumsi listrik melonjak setiap dinyalakan.
Low watt lebih cocok untuk penggunaan sebentar-sebentar. Cocok juga buat rumah dengan daya listrik terbatas. Sementara standar biasa digunakan di kantor atau pabrik.
Biaya Maintenance dan Garansi
Biaya maintenance inverter memang lebih tinggi. Teknologi yang lebih canggih membuat spare part lebih mahal. Namun, brand besar seperti Samsung dan LG memberikan garansi hingga 10 tahun.
Garansi ini cover kerusakan karena faktor internal. Jangan khawatir soal biaya perbaikan selama masa garansi. Kecuali service di tukang AC biasa, bukan service center resmi.