Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Vacuum Cleaner Tidak Mati Total
VIVATechno – Vacuum cleaner menjadi salah satu alat elektronik rumah tangga yang sangat membantu dalam menjaga kebersihan rumah.
Namun, tak sedikit pengguna yang mengeluhkan vacuum cleaner cepat rusak, padahal belum lama dibeli.
Jika kamu mengalami hal serupa, bisa jadi ada kebiasaan yang tanpa disadari menjadi penyebab vacuum cleaner mati dan rusak lebih cepat dari seharusnya.
Berikut ini 7 penyebab umum vacuum cleaner cepat rusak, serta tips merawatnya agar tahan lama!
Penyebab Vacuum Cleaner Cepat Rusak dan Mati
1. Mengisap Area Basah atau Berair
Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan area basah.
Air yang tersedot bisa masuk ke dalam mesin, menyebabkan karat pada komponen dalam, hingga merusak motor penggeraknya.
Solusinya, pastikan area benar-benar kering sebelum disedot dengan vacuum cleaner biasa.
Untuk area lembap, gunakan vacuum khusus wet-dry vacuum.
2. Memaksa Mengisap Partikel Besar
Vacuum cleaner dirancang hanya untuk menyedot partikel kecil seperti debu atau serpihan ringan.
Jika kamu memaksanya menyedot potongan besar seperti batu kecil, remah makanan, atau pecahan tembok, mesin bisa tersumbat dan rusak.
Tipsnya, sapu terlebih dahulu area yang banyak serpihan besar sebelum menggunakan vacuum.
3. Tidak Pernah Mengganti atau Membersihkan Kantong Debu
Kantong debu yang terlalu penuh bisa menyebabkan mesin bekerja lebih keras, bahkan bisa menyumbat saluran udara dan membebani motor.
Hal ini berisiko membuat mesin cepat panas dan aus.
Disarankan untuk membersihkan atau mengganti kantong debu setidaknya sebulan sekali, tergantung frekuensi pemakaian.
4. Menggunakan Vacuum saat Mesin Panas
Jika mesin sudah mengeluarkan suara bising atau terasa panas saat dipegang, hentikan pemakaian sejenak.
Vacuum cleaner yang digunakan terus-menerus tanpa jeda akan memicu overheat dan memperpendek umur motor.
Pastikan tidak ada sumbatan pada pipa, dan beri waktu istirahat agar suhu mesin kembali normal.
5. Membiarkan Kantong Debu dalam Keadaan Kotor
Debu yang terlalu lama dibiarkan dalam kantong bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, yang pada akhirnya akan merusak bagian dalam mesin.