Jalan "Butut" Banjarwangi-Singajaya Garut Viral Hingga Luar Negeri

Vokalis Band Metal Vob, Marya saat pulang kampung ke Banjarwangi
Sumber :
  • 10

Techno –Salah seorang personil group band metal Voice of Baceprot (VoB) asal Kabupaten Garut sempat mengunggah video dalam media sosial Instagram dengan akun @voiceofbaceprot usai pulang kampung di Kecamatan Banjarwangi Garut.

Unggahan video dengan menggunakan bahasa Inggris, Vokalis VoB, Firda Kurnia alias Marsya menyampaikan rasa kecewa kepada pemerintah soal jalan "butut" (jelek) dengan menyindir para pejabat yang diduga korupsi.

" Kita semakin sadar bahwa kita bahkan tidak tahu, ke mana larinya uang pajak kita. Jika kita bilang uang itu dikorupsi, orang akan menuntut bukti nyata. Baiklah, kami tidak bilang uang itu dikorupsi. Yang kami tahu pasti adalah, kondisi jalan ini sudah seperti ini selama lebih dari sepuluh tahun" ungkap Marsya dalam unggahan video.

Video tersebut dengan keterangan unggahan terbaru di Instagram, Kamis 13 Agustus 2026 lalu. Menurut Marsya bahwa Jalan Banjarwangi - Singajaya sudah lama dalam kondisi rusak, dia sendiri sampai lupa kapan terakhir jalan tersebut terhitung bagus dan nyaman dilalui.

" Kami hampir lupa kapan terakhir kali jalan ini diperbaiki kondisi seperti ini sudah dibiarkan begitu lama padahal, warga yang setiap hari mengandalkan jalan ini adalah pembayar pajak yang taat, " sambung Marsya dalam Bahasa Inggris.

Marsya juga menyampaikan jika jalanan tersebut telah banyak menjadi biang kerok kecelakaan, mulai dari mobil terperosok ke jurang hingga pemotor yang cedera gegara kecelakaan dengan alasan yang sama.

" Bisa anda bayangkan bagaimana rasanya bagi seorang ibu hamil yang hendak melahirkan saat harus melewati jalan seperti ini, bukan hal yang aneh jika perempuan di sini akhirnya melahirkan di tengah perjalanan menuju rumah sakit karena kondisi jalan yang buruk menghambat perjalanan mereka, " katanya.

Marsya juga menyinggung tentang pemerataan pembangunan dimana pemerintah seharusnya tidak memberikan hak istimewa yang hanya dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan, namun, warga Banjarwangi dan sekitarnya, juga berhak mendapatkan akses yang setara terhadap infrastruktur publik.

" Pertanyaannya adalah, berapa lama lagi warga Garut Selatan harus mempertaruhkan keselamatan, kesehatan dan masa depan mereka yang hanya untuk melintasi jalan yang seharusnya sudah dirawat dengan baik sejak lama?," katanya.